Kapolsek Pinogaluman Akhirnya Angkat Bicara Soal PETI Busato
Ferdianto Pontoh - Jumat, 06 Maret 2026 | 08:27:14 WIB Dibaca 726X
Kapolsek Pinogaluman
riiljejak.id —–» Boltara, – Aroma merkuri dan dugaan pembiaran hukum di Desa Busato, Kecamatan Pinogaluman, terus menjadi sorotan tajam. Meski aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bolaang Mongondow Utara (Boltara) ini kerap dikabarkan kebal hukum, Kapolsek Pinogaluman, Ipda Ismail Nani, akhirnya angkat bicara merespons tudingan yang beredar.
Polemik ini memanas setelah media Riiljejak.id menyoroti keberadaan PETI di Desa Busato yang dinilai tak tersentuh hukum. Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Pinogaluman Ipda Ismail Nani mengklaim pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang menjadi titik aktivitas para penambang ilegal tersebut.
Namun, pengakuan mengejutkan muncul. Ipda Ismail Nani menyatakan bahwa sejak memasuki bulan suci Ramadan, aktivitas alat berat maupun penambangan skala besar di Busato terpantau berhenti total. Menariknya, alasan penghentian aktivitas ini ditengarai bukan karena takut akan jeratan hukum, melainkan karena faktor ekonomi.
"Para penambang sudah tidak beraktivitas karena pembeli emas sudah tidak lagi melakukan transaksi. Karena tidak ada yang beli, otomatis aktivitas berhenti," ujar Kapolsek Pinogaluman dalam keterangannya melalui telepon WhatsApp, Kamis (5/6/2026).
Ia menambahkan, saat ini lokasi tersebut hanya menyisakan warga yang menggunakan alat tradisional. "Yang berada di lokasi sekarang tinggal menggunakan alat sederhana saja, seperti dulang atau metode tradisional lainnya," pungkasnya.
Pernyataan ini sontak memicu pertanyaan publik: Apakah PETI di Busato benar-benar berhenti permanen, atau hanya sekadar "istirahat" menunggu harga pasar kembali stabil? Publik kini menanti ketegasan aparat untuk memastikan alat berat tidak kembali mengeruk bumi Busato setelah masa jeda ini berakhir.
(Redaksi)

