Camat Taluditi 'Asbun' tanpa solusi, dinilai jadi pahlawan kesiangan
DB - Selasa, 02 Juni 2026 | 22:34:12 WIB Dibaca 67X
20 ton pupuk on proses dikirim ke lokasi yang membutuhkan
riiljejak.id —–» Camat Taluditi disebut Asal Bunyi (Asbun) dalam pernyataannya perihal distribusi pupuk yang dianggap tak kunjung tuntas, hingga mendesak Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan distribusi pupuk.
Pernyataan Camat Taluditi direspon oleh Hamdi Payuyu, SP, Ketua Tim Kerja Pupuk dan Pestisida Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan & Hortikultura Provinsi Gorontalo.
“Pernyataannya itu ‘asal bunyi’ tidak paham persoalan dan kondisi yang sudah dilakukan Pemprov Gorontalo melalui Dinas terkait”. Ujarnya dengan tertawa terbahak-bahak saat dihubungi media ini.
Menurutnya, langkah cepat sudah diambil Pemprov setelah menerima informasi keterbatasa pupuk dilapangan, khususnya di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato.
Hamdi meminta Camat Taluditi agar tidak menjadi pahlawan kesiangan seolah-olah membela petani namun faktanya tidak memiliki solusi konkrit atas persoalan yang dihadapi para petani.
“Janganlah seolah-olah jadi pahlawan kesiangan ditengah para petani, ini bukan ajang lawak-lawakan apalagi tidak memiliki solusi untuk petani, mestinya selaku Camat berkoordinasi dengan Dinas terkait ditingkat Kabupaten," ujar Hamdi Payuyu.
“20 ton pupuk on proses dikirim ke lokasi yang membutuhkan, ditambah 10 ton untuk tahap berikutnya. Ini langkah cepat dan tindaklanjut dari Pemprov Gorontalo langsung ke PT. Pupuk Indonesia”. Tambahnya.
Terakhir, Hamdi mengingatkan Camat Taluditi agar paham dengan persoalan distribusi pupuk dilapangan dan alur pelaporan jika ada informasi yang diterimanya.
“Camat harusnya paham jika ada masalah distribusi pupuk dilapangan harusnya lapor ke komisi pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi yang di ketuai oleh Sekda Kabupaten, bukannya cari panggung dimedia," lugasnya.

