Temu teknologi Penas ke-17 di Gorontalo, petani didorong manfaatkan seluruh bagian kelapa
Jurnalis riiljejak.id - Selasa, 23 Juni 2026 | 20:48:33 WIB Dibaca 196X
Temu Teknologi Penas
riiljejak.id —–» Petani kelapa didorong untuk tidak hanya memanfaatkan daging buah kelapa, tetapi juga mengolah seluruh bagian kelapa yang selama ini kerap dianggap limbah. Pemanfaatan sabut, tempurung, hingga air kelapa dinilai dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan petani.
Hal tersebut disampaikan oleh Patrik Pasang, Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian, saat menjadi narasumber dalam kegiatan temu teknologi di ajang Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII di Gorontalo. Selasa (23/6/2026).
Patrik menjelaskan bahwa hasil samping kelapa memiliki potensi ekonomi yang besar apabila diolah dengan baik. Menurutnya, sabut, tempurung, dan air kelapa selama ini masih banyak yang terbuang sia-sia, padahal dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani.
“Harapan kami petani bisa memanfaatkan hasil samping dari buah kelapa seperti sabut, tempurung, dan air kelapa. Selama ini sebagian besar hanya menjadi limbah, padahal itu bisa menjadi tambahan pendapatan bagi petani,” ujarnya.
Selain itu, Patrik juga memberikan materi mengenai teknik pengolahan minyak kelapa agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Ia menjelaskan bahwa minyak kelapa yang diproduksi petani umumnya hanya mampu bertahan sekitar tiga bulan sebelum mengalami ketengikan. Namun, melalui proses pengolahan yang sesuai standar, minyak kelapa dapat bertahan hingga satu tahun.
“Dengan proses pengolahan yang baik dan benar, minyak kelapa bisa bertahan sampai satu tahun. Dari sisi pemasaran tentu lebih menguntungkan karena masa kedaluwarsanya lebih panjang. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana proses pengolahan produk tersebut sehingga memenuhi standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan komoditas kelapa secara terpadu, sehingga tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperluas peluang usaha berbasis produk turunan kelapa yang bernilai ekonomi tinggi. (Ihlas)

