Portal berita ini berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi pembaca. Portal ini dirancang untuk memastikan konsistensi dalam gaya penulisan, tata bahasa, serta pengemasan berita.

Hubungi Kami

Alamat

Jl.Bendungan, Desa Batubantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kab. Bolaang Mongondow Utara

Telepon

+62 813-5640-9505

Manfaatkan Potensi Lokal, Mahasiswa KKD Tematik ke-30 UMGO Inovasikan Tempurung Kelapa Menjadi Produk Kerajinan

Jurnalis riiljejak.id - Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:14:04 WIB Dibaca 41X

Blog Image

Manfaatkan Potensi Lokal, Mahasiswa KKD Tematik ke-30 UMGO Inovasikan Tempurung Kelapa Menjadi Produk Kerajinan

riiljejak.id  —–»  **POHUWATO** — Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Tematik ke-30 Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) Desa Malango menggelar pelatihan pemanfaatan tempurung kelapa menjadi produk kerajinan, Jumat, 21 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Malango, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Pelatihan diikuti sebanyak **15 peserta** yang terdiri dari masyarakat Desa Malango, Karang Taruna, serta pelaku UMKM. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Malango yang dipimpin Kepala Desa **Marlin Ibrahim**.

Koordinator Desa (Kordes) KKD Tematik ke-30 UMGO Desa Malango, **Wahyu Saputra Tobuhu**, mengatakan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari potensi kelapa yang cukup tersedia di Desa Malango, khususnya limbah tempurung kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Sebelum pelatihan dilaksanakan, mahasiswa KKD terlebih dahulu membuat **prototype asbak berbahan dasar tempurung kelapa**. Prototype tersebut kemudian diperkenalkan kepada masyarakat sebagai contoh produk yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman sekaligus memperagakan secara langsung tahapan pembuatan asbak, mulai dari **tempurung kelapa mentah hingga menjadi produk kerajinan siap digunakan**.

Peserta tidak hanya menyaksikan proses demonstrasi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk **mempraktikkan langsung pembuatan produk** dengan pendampingan dari mahasiswa KKD. Melalui praktik tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh keterampilan baru yang nantinya dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka perspektif masyarakat bahwa potensi yang terdapat di lingkungan sekitar tidak selalu harus dijual dalam bentuk bahan mentah. Dengan kreativitas dan keterampilan, bahan lokal seperti tempurung kelapa dapat diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai tambah.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) **Desrika Talib, SE., MM.Par**, turut mendampingi pelaksanaan kegiatan mahasiswa KKD Tematik ke-30 UMGO Desa Malango.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Pemanfaatan tempurung kelapa menjadi produk kerajinan diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong kreativitas masyarakat sekaligus mendukung pengembangan UMKM berbasis potensi lokal di Desa Malango.

Mahasiswa KKD Tematik ke-30 UMGO Desa Malango berharap keterampilan yang telah diberikan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat, Karang Taruna, dan pelaku UMKM sehingga potensi tempurung kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan lainnya yang memiliki nilai ekonomi. (Ihlas)