Portal berita ini berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi pembaca. Portal ini dirancang untuk memastikan konsistensi dalam gaya penulisan, tata bahasa, serta pengemasan berita.

Hubungi Kami

Alamat

Jl.Bendungan, Desa Batubantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kab. Bolaang Mongondow Utara

Telepon

+62 813-5640-9505

Pemprov Gorontalo Perjuangkan Tol Laut untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Firar - Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:53:31 WIB Dibaca 3X

Blog Image

Foto: Istimewa

riiljejak.id  —–»  Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperjuangkan keberlanjutan layanan tol laut untuk memperkuat konektivitas dan perekonomian daerah.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie mendorong Pemerintah Pusat mempertahankan layanan angkutan laut penumpang, barang, dan ternak di Gorontalo.

Pemprov Gorontalo menilai keberadaan tol laut tidak hanya menyediakan akses transportasi. Layanan tersebut juga membantu distribusi komoditas dan membuka akses pasar bagi pelaku usaha daerah.

Karena itu, Pemprov Gorontalo terus mengusulkan pengembangan jaringan kapal perintis dan tol laut kepada Pemerintah Pusat.

Gubernur Gusnar sebelumnya menyampaikan usulan tersebut kepada Menteri Perhubungan. Ia mendorong penguatan konektivitas antardaerah, terutama di kawasan Teluk Tomini.

Pemprov Gorontalo menilai konektivitas laut yang kuat dapat memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Selain itu, layanan tersebut dapat membantu pelaku usaha memasarkan produk pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM ke daerah lain.

Sejumlah kapal perintis saat ini menghubungkan Gorontalo dengan berbagai wilayah di Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga kawasan lainnya.

KM Sabuk Nusantara 76 melayani rute Gorontalo–Luwuk–Banggai–Bacan–Ternate pulang pergi.

Selanjutnya, KM Sabuk Nusantara 83 melayani rute Gorontalo–Banggai–Samuya–Falabisahaya–Dofa–Sanana–Namlea pulang pergi.

Sementara itu, KM Darakinusa melayani rute Gorontalo–Bunta–Bualemo–Bobong pulang pergi.

Layanan tersebut mengangkut penumpang sekaligus barang. Rute tersebut juga memperkuat hubungan perdagangan Gorontalo dengan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Maluku, dan Maluku Utara.

Dari Boalemo, KM Sabuk Nusantara 113 melayani rute Tilamuta–Boalemo–Banggai–Kolonedale–Makassar pulang pergi.

Kapal tersebut juga singgah di Bumbulan pada perjalanan kembali.

Pemprov Gorontalo juga memperjuangkan keberlanjutan angkutan ternak dari Pelabuhan Kwandang.

Pada 2026, KM Cemara Nusantara 05 tetap melayani rute Kwandang–Tarakan–Balikpapan–Kupang–Banjarmasin–Kwandang.

Layanan kapal ternak tersebut membuka akses pemasaran ternak Gorontalo menuju sejumlah daerah tujuan.

Pemerintah menilai angkutan laut juga membantu menekan biaya logistik. Tarif yang mendapat dukungan subsidi membuat masyarakat memperoleh pilihan transportasi dengan biaya relatif terjangkau.

Untuk rute Gorontalo menuju Luwuk, masyarakat bahkan dapat memperoleh tiket dengan kisaran harga Rp30 ribuan.

Selain menekan biaya perjalanan, kelancaran distribusi melalui tol laut membantu menjaga ketersediaan pasokan barang.

Kondisi tersebut turut mendukung upaya pemerintah mengendalikan inflasi dan menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemprov Gorontalo juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan tol laut untuk memperluas pemasaran produk daerah.

Pemerintah melihat peluang tersebut dapat memperkuat sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM.

Gusnar dan Idah menilai keberlanjutan layanan tol laut perlu masuk dalam agenda pembangunan yang terus pemerintah perjuangkan.

Sebagian layanan kapal perintis dan tol laut bergantung pada kebijakan serta penetapan jaringan pelayanan Pemerintah Pusat.

Karena itu, Pemprov Gorontalo akan terus mengusulkan dan mengawal keberlanjutan layanan tersebut setiap tahun.

Pemprov Gorontalo berharap penguatan konektivitas laut dapat memperluas akses ekonomi masyarakat dan mendorong pemerataan pembangunan antardaerah.