Gusnar Minta Daerah Segera Usulkan Perbaikan Irigasi Lewat Aplikasi Sipuri
Firar - Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:48:50 WIB Dibaca 3X
Foto: Istimewa
riiljejak.id —–» Kota Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta pemerintah kabupaten dan kota segera mengusulkan rehabilitasi serta peningkatan jaringan irigasi melalui aplikasi Sistem Informasi Pengusulan Infrastruktur (Sipuri).
Gusnar meminta pemerintah daerah memanfaatkan perpanjangan masa pengusulan hingga 20 September 2026.
Peluang tersebut mencakup rehabilitasi jaringan irigasi kewenangan daerah hingga jaringan tersier.
Pengusulan juga dapat mencakup pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.
Gusnar menyampaikan arahan tersebut dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) di Ruangan Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (27/8/2026).
Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Ali Rahmat sebelumnya menjelaskan pemerintah membuka kembali pengusulan peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Kementerian Pekerjaan Umum memperpanjang masa pengusulan hingga 20 September 2026.
Pemerintah kabupaten dan kota dapat mengajukan kebutuhan rehabilitasi jaringan irigasi melalui aplikasi Sipuri.
Gusnar meminta setiap Dinas Pekerjaan Umum segera menyiapkan dan menginput kebutuhan daerah.
Ia menilai pemerintah daerah harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbaiki infrastruktur pertanian.
“Jangan lewatkan kesempatan ini. Nanti tolong Dinas PU masing-masing kabupaten/kota segera mengusulkan dan menginputnya lewat aplikasi Sipuri karena masih diperpanjang, kami provinsi hanya mengoreksinya,” ujar Gusnar.
Salah satu kebutuhan yang dapat masuk dalam pengusulan tersebut ialah pembangunan JIAT di Desa Taluduyunu.
JIAT memompa air dari dalam tanah untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah.
Sistem tersebut membantu petani menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.
Pemerintah memasukkan pembangunan JIAT dalam program percepatan infrastruktur pertanian untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Namun, pembangunan satu unit JIAT membutuhkan kesiapan lahan seluas 10×10 meter.
Gusnar meminta petani dan pemerintah daerah menyiapkan kebutuhan lahan agar pembangunan dapat segera berjalan.
“Untuk JIAT ini membutuhkan lahan dengan ukuran 10×10 meter dari petani yang ada sawah itu baru bisa dibangun. Kalau itu ada, berapa pun yang diminta pasti akan diberikan,” kata Gusnar.
Melalui percepatan pengusulan tersebut, Pemprov Gorontalo mendorong pemerintah daerah memperkuat infrastruktur irigasi dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Rakorev Triwulan II Tahun Anggaran 2026 berfokus pada evaluasi program prioritas nasional.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, kepala kantor wilayah, satuan kerja instansi pusat, serta pemerintah kabupaten dan kota.

