Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Gusnar Soroti Pentingnya Arah Moral Bangsa
DB - Senin, 01 Juni 2026 | 10:55:49 WIB Dibaca 11X
Foto: Istimewa
riiljejak.id —–» GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu ia sampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Gorontalo, Senin (1/6/2026).
Gusnar menegaskan bahwa bangsa Indonesia menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu memperkuat komitmen kebangsaan dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata.
Saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Gusnar menyebut Pancasila menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi disrupsi teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik dunia.
Ia menilai kemajuan ekonomi dan perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai moral. Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan pijakan ideologi yang kuat agar tetap berada pada jalur cita-cita para pendiri negara.
“Indonesia raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa membawa. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan pancasila sebagai ideologi yang hidup,” ungkap Gusnar.
Selain itu, Gusnar mengingatkan masyarakat agar tidak menempatkan Pancasila hanya sebagai simbol atau slogan. Ia meminta seluruh pihak menerjemahkan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, pengamalan Pancasila juga menjadi benteng penting untuk menghadapi berbagai ancaman yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa, termasuk penyebaran paham radikalisme.
Pada kesempatan tersebut, Gusnar juga menyoroti tema Hari Lahir Pancasila 2026, yakni “Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Ia menilai tema tersebut menunjukkan relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus mendukung terciptanya perdamaian global.
“Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” kata Gusnar.
Di akhir amanat, Gusnar mengajak masyarakat memperkuat semangat persatuan dan meneguhkan komitmen kebangsaan. Ia optimistis Indonesia akan tetap menjadi bangsa besar selama masyarakat terus menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta jajaran aparatur dan petugas layanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

