Portal berita ini berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi pembaca. Portal ini dirancang untuk memastikan konsistensi dalam gaya penulisan, tata bahasa, serta pengemasan berita.

Hubungi Kami

Alamat

Jl.Bendungan, Desa Batubantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kab. Bolaang Mongondow Utara

Telepon

+62 813-5640-9505

Teknologi Biodiesel Skala Tani dipamerkan di Penas XVII, dorong kemandirian energi petani

Jurnalis riiljejak.id - Jumat, 19 Juni 2026 | 19:33:21 WIB Dibaca 66X

Blog Image

Pak Rahmat, seorang anggota tim pengembangan teknologi biodiesel

riiljejak.id  —–»  Pameran Pekan Nasional (Penas) XVII menjadi momentum penting untuk mendemonstrasikan kemajuan teknologi yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. Salah satu teknologi yang mencuri perhatian adalah teknologi biodiesel skala tani.

Dalam konteks pengembangan biodiesel, Pak Rahmat, seorang anggota tim pengembangan, menjelaskan cakupan dan fleksibilitas teknologi ini, saat ditemui oleh media ini dalam gelaran Penas di Gorontalo, Jum'at (19/6/2026).

Ia menekankan bahwa minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sangat beragam, tidak terbatas pada minyak sawit mentah (CPO) yang sering menjadi sorotan. 

Selain itu, juga bisa menggunakan minyak-minyak yang memiliki kandungan trigleserida. Kami punya beberapa alat Teknologi reaktor biodiesel yang berkapasitas 25 liter, 100, 500, hingga yang paling besar 3.000 liter per-batch. 

"Di Indonesia, pemerintah sudah menerapkan, tapi kadarnya baru B50. Di pertamina itu yang biosolarnya B50. Artinya 50%nya biodiesel, 50%nya masi solae. Tapi sebenarnya dari segi teknologi sudah mampu untuk menghasilkan B100 yang murni dari minyak nabati," terangnya.

"Untuk penas ini sangat bermanfaat, terutama untuk petani. Karena di sini lingkup penasnya fokusnya adalah untuk pengembangan petani. Maka dari itu per fasilitas yang ada di sini siapkan untuk skala kelompok tani, bukan skala industri besar,"tambahnya.

Pak Rahmat berharap semoga pertanian Indonesia semakin maju teknologinya, menerapkan teknologi-teknologi terbaru, supara petaninya juga hasil produksinya lebih baik, dan pada akhirnya tingkat ekonominya juga akan lebih baik. (Ihlas)