Portal berita ini berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi pembaca. Portal ini dirancang untuk memastikan konsistensi dalam gaya penulisan, tata bahasa, serta pengemasan berita.

Hubungi Kami

Alamat

Jl.Bendungan, Desa Batubantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kab. Bolaang Mongondow Utara

Telepon

+62 813-5640-9505

Dosen Poltekkes Mamuju Turun ke Sekolah, Ajak Siswa Tappalang Lindungi Diri dari Asap Karhutla

Jurnalis riiljejak.id - Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:29:20 WIB Dibaca 83X

Blog Image

Menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62, Poltekkes Kemenkes Mamuju kembali mengambil bagian dalam program Kemenkes Mengajar pada Rabu, 21 Oktober 2026

riiljejak.id  —–»  Mamuju, - Menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62, Poltekkes Kemenkes Mamuju kembali mengambil bagian dalam program Kemenkes Mengajar pada Rabu, 21 Oktober 2026. 

Kali ini, tim dosen menyambangi dua sekolah di Kabupaten Mamuju, yakni SMKN 1 Tappalang dan SMAN 1 Tappalang Barat. Tema yang diangkat adalah bahaya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bagi kesehatan, sekaligus langkah nyata yang bisa dilakukan untuk menghadapinya.

Tema ini dipilih karena karhutla masih menjadi ancaman yang kerap muncul saat musim kemarau. Asap yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan, terutama bagi anak sekolah yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, pengetahuan tentang cara melindungi diri dinilai perlu ditanamkan sejak dini.

Melalui Kemenkes Mengajar yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan (edutainment), terkait edukasi Karhutla ini, tenaga pendidik dan tenaga kesehatan turun langsung ke sekolah untuk berbagi ilmu. Tujuannya, generasi muda memahami pentingnya menjaga kesehatan dan membiasakan perilaku hidup sehat sejak usia sekolah, apalagi kondisi adanya Karhutla ini.

Salah satu dosen yang hadir memberikan edukasi, bapak Syafruddin Ali Salaka, S.ST.,M.Tr.Kep yang didampingi beberapa dosen lainnya termasuk mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mamuju, beliau mengatakan bahwa asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5 serta gas berbahaya seperti karbon monoksida. 

Partikel PM2,5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan, bahkan hingga ke aliran darah. “Asap karhutla bukan sekadar mengganggu pandangan. Partikel yang terhirup bisa merusak paru-paru, jadi kita harus tahu cara melindungi diri,” ujarnya di hadapan para siswa.

Senada dosen lainnya, Ibu Nurdiana S.ST.,M.Kes mengungkapkan melalui Kemenkes Mengajar, Poltekkes Kemenkes Mamuju berharap siswa SMKN 1 Tappalang dan SMAN 1 Tappalang Barat tidak hanya mampu melindungi diri dari paparan asap. 

Mereka juga diharapkan menjadi agen edukasi yang menyebarkan perilaku hidup sehat dan peduli lingkungan di tengah keluarga dan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara tim dosen, guru, dan para siswa.

Di akhir kegiatan, Pihak sekolah mengapresiasi baik kegiatan ini. Kehadiran tim dosen dinilai menambah wawasan siswa tentang isu kesehatan lingkungan yang dekat dengan kehidupan mereka, sekaligus menjadi pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas sehari-hari, dan kedepannya kegiatan ini terus berlanjut kaitannya edukasi kesehatan bagi siswa-siswi kami.