Portal berita ini berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi pembaca. Portal ini dirancang untuk memastikan konsistensi dalam gaya penulisan, tata bahasa, serta pengemasan berita.

Hubungi Kami

Alamat

Jl.Bendungan, Desa Batubantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kab. Bolaang Mongondow Utara

Telepon

+62 813-5640-9505

Sofian Ibrahim: SLBN 2 Hadir untuk Pastikan Semua Anak Mendapat Pendidikan

DB - Senin, 25 Mei 2026 | 20:34:33 WIB Dibaca 11X

Blog Image

Foto: Istimewa

riiljejak.id  —–»  KOTA GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai membangun Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Kota Gorontalo untuk memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Pembangunan sekolah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Senin (25/5/2026).

Kehadiran SLBN 2 Kota Gorontalo menjawab kebutuhan layanan pendidikan khusus di tiga kecamatan. Sekolah ini akan melayani peserta didik dari Kecamatan Sipatana, Kecamatan Kota Tengah, dan Kecamatan Kota Utara.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat layanan pendidikan yang inklusif bagi seluruh anak. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkecuali.

“Pembangunan SLBN 2 Kota Gorontalo ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan. Setiap anak memiliki potensi, harapan, dan masa depan. Oleh karena itu, pemerintah bersama masyarakat harus terus berkolaborasi menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi muda Gorontalo,” ujar Sofian Ibrahim.

Sofian menjelaskan bahwa lokasi sekolah yang lebih dekat akan memudahkan siswa dan orang tua dalam mengakses layanan pendidikan khusus. Selain itu, keberadaan sekolah tersebut juga akan mendukung pemerataan layanan pendidikan di Kota Gorontalo.

Ia juga meminta seluruh pihak menjalankan pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan. Menurutnya, ketepatan waktu, biaya, dan kualitas pekerjaan menjadi faktor penting agar sekolah dapat segera beroperasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo menyebut pembangunan sekolah akan berlangsung selama enam bulan. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,5 miliar dari APBN melalui Direktorat PKLK, Direktorat Jenderal Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Selain memperluas akses pendidikan, proyek tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pelaksana kegiatan melibatkan tenaga kerja lokal dan menggunakan material yang tersedia di daerah.

Melalui pembangunan SLBN 2 Kota Gorontalo, pemerintah berharap semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan yang mudah dijangkau, berkualitas, dan berkelanjutan.