Portal berita ini berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi pembaca. Portal ini dirancang untuk memastikan konsistensi dalam gaya penulisan, tata bahasa, serta pengemasan berita.

Hubungi Kami

Alamat

Jl.Bendungan, Desa Batubantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kab. Bolaang Mongondow Utara

Telepon

+62 813-5640-9505

TPID Gorontalo Perkuat Pengawasan Harga dan Pasokan Jelang Iduladha dan PENAS 2026

DB - Senin, 25 Mei 2026 | 20:54:27 WIB Dibaca 13X

Blog Image

Foto: Istimewa

riiljejak.id  —–»  KOTA GORONTALO – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Gorontalo memperkuat langkah pengawasan harga dan pasokan pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah serta Pekan Nasional (PENAS) Tani-Nelayan 2026.

Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo membahas langkah tersebut dalam High Level Meeting (HLM) yang berlangsung di Ballroom Lantai 4 Kantor Bank Indonesia Gorontalo, Senin (25/5/2026).

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie memimpin langsung pertemuan tersebut. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok.

“Pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, instansi vertikal, pelaku usaha, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga,” ujar Idah.

Menurut Idah, momentum Iduladha berpotensi meningkatkan permintaan sejumlah komoditas strategis. Komoditas tersebut meliputi cabai rawit, bawang merah, tomat, daging ayam, telur, beras, BBM, dan LPG.

Karena itu, TPID di setiap daerah perlu meningkatkan pemantauan harga dan ketersediaan pasokan secara berkala. Langkah tersebut bertujuan mencegah lonjakan harga dan gangguan distribusi menjelang dua agenda besar tersebut.

Selain membahas strategi pengendalian inflasi, forum HLM juga memaparkan kondisi ekonomi Gorontalo. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan I 2026 mencapai 7,68 persen secara tahunan.

Angka tersebut menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Capaian itu juga melampaui rata-rata nasional yang berada pada level 5,61 persen.

Di sisi lain, inflasi Gorontalo pada April 2026 tercatat sebesar 2,24 persen secara tahunan. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,42 persen.

Melalui forum tersebut, TPID se-Gorontalo menyepakati sejumlah langkah strategis. Langkah itu meliputi penguatan pemantauan harga, pengamanan stok pangan, pelaksanaan gerakan pangan murah, operasi pasar, percepatan belanja daerah, serta penguatan distribusi pangan dan energi menjelang Iduladha dan PENAS 2026.