Bupati dan Wabup Boltara Redam Tegangan, Demo Berubah Jadi Dialog Hangat
Fardiansyah Tamala - Senin, 08 September 2025 | 13:30:51 WIB Dibaca 466X
Bupati dan Wabup duduk bersila bersama masa aksi
riiljejak.id —–» BOLTARA – Aksi unjuk rasa Barisan Aksi Kerakyatan (BAKAR) di halaman Kantor Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Senin (8/9/2025), menghadirkan pemandangan berbeda.
Alih-alih menutup diri, Bupati Sirajudin Lasena dan Wakil Bupati Moh. Aditya Pontoh justru menyambut massa dengan hangat.
Keduanya tak hanya menerima aspirasi, tetapi juga mengajak demonstran duduk bersila bersama di halaman kantor.
Momen itu mencairkan ketegangan, mengubah suasana dari lantang orasi menjadi ruang dialog terbuka.
“Lebih baik teman-teman bersuara keras hari ini daripada diam dan membiarkan pemimpinnya salah jalan,” ujar Bupati Sirajudin di hadapan massa.
Ia mengakui dirinya hanyalah manusia biasa yang tak lepas dari kekurangan. Namun, menurutnya kritik dari rakyat bukan untuk melemahkan, melainkan memperkuat langkah pemerintah.
“Kritik rakyat membuat kami semakin bersemangat menuntaskan program daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Fardhan Patingki, perwakilan mahasiswa, menyebut aksi kali ini sebagai ketukan hati bagi pemerintah.
“Kami berharap Pemda Boltara menindaklanjuti aspirasi rakyat, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.
Tuntutan massa antara lain agar pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan studi akhir mahasiswa asal Boltara.
Mereka juga mendesak adanya peruntukan asrama mahasiswa di Bonebolango dan Kotamobagu.
Bagi demonstran, pendidikan layak dan pelayanan kesehatan memadai adalah hak dasar masyarakat yang perlu segera dijawab. “Kami percaya pemerintah mau mendengar,” lanjut Patingki.
Duduk bersila bersama antara kepala daerah dan mahasiswa hari itu meninggalkan pesan simbolis, bahwa kritik adalah bagian dari cinta rakyat kepada pemimpinnya.
Dialog yang lahir dari aksi jalanan justru menjadi ruang persaudaraan yang menyejukkan.

