Bupati Boltara Sidak Kendaraan Dinas: Pastikan Aset Terawat dan Pajak Tak Menunggak!
Ferdianto Pontoh - Selasa, 28 April 2026 | 19:35:06 WIB Dibaca 148X
Bupati Boltara Sidak Kendaraan Dinas
riiljejak.id —–» Suasana di halaman Kantor Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mendadak ramai pada Selasa pagi (28/4/2026).Bukan tanpa alasan, jajaran Pemerintah Daerah tengah menggelar Apel Kendaraan Dinas Operasional secara mendadak guna memperketat pengawasan aset daerah.
Langkah berani ini diinisiasi oleh Bidang Aset pada Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Boltara. Tujuannya jelas: memastikan aset negara tidak hanya sekadar ada, tapi dalam kondisi prima dan tertib administrasi.
Bupati Turun Tangan: Cek Mesin hingga Surat-Surat
Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., memimpin langsung jalannya inspeksi. Menariknya, Bupati tidak hanya berdiri di podium, melainkan turun langsung menyisir barisan kendaraan untuk melakukan pengecekan mendalam.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuk aset daerah benar-benar memberikan manfaat optimal bagi pelayanan masyarakat,” tegas Bupati Sirajudin di sela-sela pemeriksaan.
3 Poin Utama Sasaran "Sidak" Aset:
Pemeriksaan kali ini menyasar aspek-aspek krusial yang seringkali luput dari perhatian:
1. Kondisi Fisik & Kelayakan: Memastikan armada siap tempur untuk pelayanan publik dan tidak dibiarkan terbengkalai.
2. Kedisiplinan Pajak: Pemeriksaan ketat terhadap keabsahan STNK, BPKB, dan kewajiban pembayaran pajak. Pemda harus menjadi contoh dalam ketaatan pajak.
3. Kesesuaian Fungsi: Menjamin kendaraan operasional digunakan murni untuk urusan kedinasan, bukan kepentingan pribadi yang menyimpang dari aturan.
Bupati menekankan bahwa tertib administrasi, terutama soal pajak kendaraan, adalah harga mati bagi seluruh OPD di lingkungan Pemda Boltara. Aksi ini merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola aset yang transparan, akuntabel, dan responsif.
Dengan adanya pengawasan ketat ini, diharapkan efektivitas kerja aparatur meningkat seiring dengan terpeliharanya aset-aset daerah yang dibiayai oleh uang rakyat.***

