Waspada! Akun WhatsApp Palsu Catut Nama dan Foto Bupati Boltara Sirajudin Lasena
Ferdianto Pontoh - Selasa, 28 April 2026 | 19:42:49 WIB Dibaca 332X
Layout : Waspada! Akun WhatsApp Palsu Catut Nama dan Foto Bupati Boltara Sirajudin Lasena
riiljejak.id —–» Boltara, – Masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) diminta untuk memperketat kewaspadaan terhadap modus penipuan baru yang beredar melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Sebuah akun bodong diketahui mencatut identitas dan foto profil Bupati Boltara, Sirajudin Lasena, untuk menghubungi sejumlah pihak.
Modus Pelaku: Gunakan Seragam Dinas (PDU)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku menggunakan nomor WhatsApp +62 821-5089-821. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku memasang foto profil resmi Sirajudin Lasena yang mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) berwarna putih.
Modus yang dilakukan cenderung klasik namun berbahaya:
- Menyapa calon korban dengan sopan.
Memperkenalkan diri secara formal sebagai Bupati.
- Menjanjikan sesuatu atau meminta sejumlah uang/bantuan dengan alasan tertentu.
Tanggapan Resmi Humas Protokol Setda Boltara
Menanggapi fenomena ini, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Boltara menegaskan bahwa nomor tersebut BUKAN milik Bupati Sirajudin Lasena. Masyarakat diimbau keras untuk tidak menanggapi pesan apa pun dari nomor tersebut.
"Kami meminta masyarakat untuk jeli dan tidak mudah percaya. Jika menerima pesan yang mengatasnamakan pejabat daerah, sebaiknya segera melakukan verifikasi atau melaporkannya kepada pihak berwenang agar tidak menjadi korban penipuan," tegas Sofyan, Kabag Prokopim Boltara.
Pemerintah daerah juga menginstruksikan warga untuk menyebarluaskan tangkapan layar (screenshot) nomor penipu tersebut sebagai bentuk peringatan bagi warga lainnya agar tidak ada korban yang jatuh.
Tips Menghindari Penipuan WhatsApp Atas Nama Pejabat
Agar terhindar dari kerugian materiil maupun data pribadi, berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:
Langkah / Tindakan
1. Cek Nomor Jangan terkecoh hanya karena melihat foto profil resmi. Periksa kembali nomor teleponnya.
2. Verifikasi Hubungi dinas terkait atau pihak berwenang untuk memastikan kebenaran identitas pengirim pesan.
3. Abaikan Permintaan Dana Ingat, pejabat pemerintah TIDAK PERNAH meminta uang atau mahar tertentu melalui WhatsApp pribadi.
4. Blokir & Laporkan Segera gunakan fitur "Blokir" dan "Laporkan" (Report) yang tersedia di aplikasi WhatsApp.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun kritis dalam menerima informasi melalui media sosial guna memutus rantai penipuan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.***

