Indra Gobel paling diuntungkan Jadi Walikota, ASN Pemkot harus Sigap
Firar - Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:07:11 WIB Dibaca 22X
Indra Gobel
riiljejak.id —–» Dalam dinamika politik yang selalu bergerak, tidak ada yang benar-benar mustahil. Konsekuensi dari hal ini seringkali menciptakan peluang baru yang tak terduga. Salah satu skenario politik yang kini menarik perhatian di Kota Gorontalo adalah kemungkinan Wakil Walikota, Indra Gobel, untuk menduduki kursi Walikota.
Peluang ini terbuka lebar seiring dengan terjeratnya Walikota petahana, Adhan Dambea, dalam kasus hukum yang serius terkait dugaan perusakan dan pembongkaran Cagar Budaya.
Untuk itu, bila terjadi ancaman hukuman yang berat, dengan maksimal lima belas tahun penjara, membuka celah bagi transisi kepemimpinan yang cepat.
Dalam situasi yang berpotensi menghadirkan "tsunami politik" ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo (Pemkot) diharapkan mampu membaca arah angin perubahan.
Sejatinya, nama Indra Gobel menjadi sosok yang paling diuntungkan dan paling memungkinkan untuk mengisi kekosongan jabatan Walikota apabila perkara Cagar Budaya ini berujung pada pemberhentian permanen Adhan Dambea.
Indra Gobel pasti punya pendukung fanatik diinternal ASN, mereka sudah mulai memantau, mencatat, menandai siapa ASN yang kurang loyal terhadap Wakil Walikotq, menunggu waktu itu tiba, maka yang sudah dicatat akan diberikan sanksi.
Maka sebelum itu terlambat, ASN segera merapat ke Indra Gobel meskipun secara diam-diam tanpa sepengetahuan Walikota. Jangan sampai terlambat ba koprol. ASN harus sigap dan peka terhadap perkembangan situasi.
Kesigapan ini bukan berarti ASN harus berpihak pada salah satu kandidat atau terlibat dalam politik praktis, karena hal tersebut dilarang keras. Sebaliknya, kesigapan ini lebih merujuk pada pemahaman akan konsekuensi hukum dan administratif dari sebuah peristiwa politik.
Mereka perlu memahami siapa yang berpotensi menjadi pengganti, apa implikasinya terhadap struktur organisasi, dan bagaimana mereka harus beradaptasi untuk memastikan kelancaran pelayanan publik.
Memahami bahwa Indra Gobel adalah figur yang paling mungkin menggantikan posisi itu, akan membantu ASN untuk mempersiapkan diri secara mental dan administratif, misalnya dalam hal penyesuaian komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan baru kelak.

