Fadli Zon ke Presiden Prabowo, Kontras dengan Kasus Walikota yang diduga Bongkar Cagar Budaya
Firar - Minggu, 18 Oktober 2026 | 18:25:26 WIB Dibaca 18X
Agenda Revitalisasi Budaya
riiljejak.id —–» Dalam dinamika politik Indonesia, perbedaan posisi dan latar belakang tokoh publik seringkali menciptakan kontras yang mencolok, seperti halnya Fadli Zon dan Walikota Gorontalo Adhan Dambea ibarat bumi dan langit, dari pengalaman, kapabilitas, dan bahkan lingkaran pengaruh mereka.
Fadli Zon pendiri partai Gerindra, sementara Adhan Dambea ‘murid baru’. Fadli Zon Menteri Kebudayaan sedangkan Adhan Dambea Walikota, jauh dan sangat jauh bedanya.
Dalam akun Instagram Fadli Zon lima hari yang lalu, ia memposting pertemuan bersama Presiden Prabowo, dalam keterangannya, Fadli Zon menjelaskan agenda pertemuan bersama Presiden di Hari Museum Indonesia pada 12 Oktober 2026 dan membahas perkembangan revitalisasi serta penataan aset budaya di seluruh Indonesia.
Lebih dari 200 titik budaya di Indonesia yang mencakup Museum, Cagar Budaya, Keraton, Istana, dan Benteng Bersejarah. Warisan sejarah tidak cukup bila hanya dipertahankan sebagai bukti masa lalu, akan tetapi menjadi sumber pengetahuan, membentuk kesadaran sejarah dan memberi makna bagi generasi akan datang.
Beda dengan Fadli Zon, Walikota Adhan Dambea terseret kasus pembongkaran Cagar Budaya yang berada tepat di Rumah Jabatan Walikota sendiri. Diketahui Polda sudah memanggil Walikota dan puluhan saksi serta para ahli.
Walikota tampak panik menghadapi persoalan ini, apalagi dirinya pernah melapor Fadli Zon hingga ke Mabes Polri, sementara dari sisi jabatan dan pengaruh bagaikan langit dan bumi.
Walikota juga diduga turut melibatkan ASN untuk melakukan demo di Polda Gorontalo, banyak pihak mensinyalir gerakan Walikota sebagai gerakan panik karena dalam waktu dekat beredar informasi Polda akan segera menetapkan status tersangka kasus pembongkaran Cagar Budaya tersebut.

