Gorontalo Tertinggi Nasional, Gusnar Kebut Penyelesaian 4.286 Bedah Rumah
Firar - Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:32:57 WIB Dibaca 10X
Gubernur Gusnar Ismail bersama Wagub Idah Syahidah dan Asisten II Jamal Nganro memimpin Rapat Evaluasi BSPS dan KPP di Gubernuran Gorontalo, Kamis (01/10/2026). (Foto: Istimewa)
riiljejak.id —–» Kota Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong percepatan 4.286 unit bedah rumah. Ia menyampaikan dorongan tersebut saat memimpin Rapat Evaluasi BSPS di Gorontalo.
Gubernur Gusnar Ismail membuka Rapat Evaluasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Kredit Program Perumahan (KPP) Tahun 2026. Rapat berlangsung di Ruang Dulohupa, Gubernuran Gorontalo, Kamis (1/10/2026).
Pemerintah menargetkan penyelesaian 4.286 unit bedah rumah hingga akhir Desember 2026. Gusnar menilai evaluasi penting untuk memastikan program tepat sasaran.
“Yang pertama adalah menyangkut pelaksanaan BSPS, istilah sehari-harinya adalah bedah rumah. Ini yang perlu kita evaluasi bersama,” ujar Gusnar.
Kepala Satker Perumahan dan Permukiman Provinsi Gorontalo Elvira Rizkiah Monayo menjelaskan progres keuangan tersebut. Ia menyebut 3.084 unit atau 70,49 persen telah cair.
Capaian tersebut menempatkan Gorontalo sebagai provinsi dengan progres BSPS tertinggi secara nasional. Selain itu, pemerintah terus mengejar sisa unit.
Elvira menjelaskan kendala utama di lapangan. Ia menyebut produksi batako terbatas karena sulit mendapat pasir saat musim kemarau.
Menurutnya, satu rumah membutuhkan sekitar 1.400 batako. Total kebutuhan 4.286 unit mencapai 5,9 juta batako.
“Memang saat ini kami terkendala batako karena bahan bakunya sulit didapat. Kami optimistis di akhir Desember semuanya bisa selesai, tetapi membutuhkan dukungan seluruh stakeholder sampai ke pemerintah desa dan kelurahan,” jelas Elvira.
Pemerintah menambah anggaran untuk rekrutmen fasilitator masyarakat. Setiap pendamping mengawasi sekitar 30 unit rumah. Langkah tersebut mempercepat pembangunan dan memperkuat pengawasan.
Selain BSPS, pemerintah mendorong Kredit Program Perumahan (KPP). Program tersebut melibatkan perbankan dan asosiasi pengusaha. KPP mendukung UMKM sektor perumahan dari sisi penyediaan dan permintaan.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dan Asisten II Jamal Nganro. Direktur Sistem dan Strategi Permukiman Kreshnariza Harahap mengikuti rapat secara virtual.

