Gubernur Gusnar Tegaskan Gelar Pulanga Pikul Amanah Moral Kepemimpinan
Firar - Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:52:55 WIB Dibaca 12X
Gusnar Ismail menghadiri prosesi penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Rujab Bupati, sabtu (17/10/2026). (Foto: Istimewa)
riiljejak.id —–» Limboto – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan gelar adat Pulanga memikul amanah moral kepemimpinan. Ia menyampaikan penegasan tersebut saat menghadiri penganugerahan gelar adat untuk Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.
Gubernur Gusnar Ismail hadir bersama Ketua TP-PKK Nani Ismail Mokodongan. Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie turut mendampingi prosesi tersebut. Pemerintah menggelar prosesi penganugerahan di Rujab Bupati Gorontalo, Limboto, Sabtu (17/10/2026).
Gusnar Ismail menilai gelar Pulanga bukan sekadar penghargaan simbolik. Ia menilai gelar tersebut mencerminkan pengakuan atas karya dan pengabdian pemimpin. Selain itu, gelar tersebut menuntut tanggung jawab menjaga kehormatan adat.
Gusnar Ismail menekankan pentingnya pelestarian adat Gorontalo. Ia menyebut adat Gorontalo menjadi identitas daerah. Kemudian, adat yang baik juga meninggalkan kesan positif bagi tamu.
“Ketika kita melaksanakan kegiatan nasional di daerah ini, hampir 80 persen tamu yang hadir memberikan kesan mendalam adalah pelaksanaan adatnya yang baik. Sampai sekarang, hal itu masih menjadi perbincangan para tamu kenegaraan yang pernah datang atau berkunjung ke Provinsi Gorontalo,” ujar Gusnar.
Gusnar Ismail menyebut Gorontalo menyandang julukan Serambi Madinah. Oleh karena itu, masyarakat memikul tanggung jawab menjaga adat istiadat.
“Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, mengembangkan, dan melestarikan adat istiadat ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Ia menambahkan pelestarian adat harus masuk ke kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, generasi mendatang perlu menjadikan nilai leluhur sebagai pedoman.
Pemangku adat U Duluwo Limo Lopohalaa sebelumnya menyepakati penganugerahan tersebut. Mereka menggelar Musyawarah Adat Dulohupa di Banthayo Poboide, Limboto, Jumat (9/10/2026). Musyawarah tersebut menilai rekam jejak Sofyan Puhi di legislatif dan pemerintahan.
Penganugerahan Pulanga menegaskan hubungan adat, agama, dan masyarakat. Prinsip tersebut tercermin dalam falsafah Adat Bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah

