Portal berita ini berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi pembaca. Portal ini dirancang untuk memastikan konsistensi dalam gaya penulisan, tata bahasa, serta pengemasan berita.

Hubungi Kami

Alamat

Jl.Bendungan, Desa Batubantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kab. Bolaang Mongondow Utara

Telepon

+62 813-5640-9505

Berkunjung ke SMA 1 Kota Gorontalo, Wamen Dikdasmen Dorong Pemprov Perluas Akses Pendidikan Lewat PJJ

Firar - Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:56:30 WIB Dibaca 3X

Blog Image

Foto: Ani

riiljejak.id  —–» Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mendorong Pemerintah Provinsi Gorontalo memperluas akses pendidikan melalui Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Ia menyampaikan dorongan tersebut saat berkunjung ke SMA Negeri 1 Gorontalo, Rabu (19/08/2026). Kunjungan Wamen Dikdasmen dalam rangka meninjau pelaksanaan PJJ bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Sudarman Samad serta Kepala SMA Negeri 1 Gorontalo Adianiwaty S. Polapa turut mendampingi kunjungan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Fajar berinteraksi langsung dengan siswa melalui Zoom Meeting. Ia juga mendengarkan kendala yang guru hadapi selama pembelajaran.

Fajar kemudian memberikan motivasi kepada siswa. Ia juga meminta pemerintah daerah memperkuat sosialisasi PJJ agar program tersebut menjangkau lebih banyak anak yang menghadapi kendala mengikuti pendidikan reguler.

"Teori PJJ ini 100 persen tidak tatap muka. Tapi praktiknya nanti mungkin bisa diusahakan untuk berkumpul, jangan belajar terus. Supaya ada ikatan," kata Fajar.

Program PJJ Kemendikdasmen menyasar anak tidak sekolah (ATS) dan peserta didik yang menghadapi kendala mengikuti pembelajaran reguler. Pemerintah menjalankan program tersebut melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.

Gubernur Gusnar Ismail menyambut dorongan tersebut. Ia menilai pemerintah daerah perlu menangani PJJ secara serius agar program itu mampu menjangkau anak yang belum memperoleh akses pendidikan.

Gusnar juga mendorong pemerintah daerah memperkuat penjaringan peserta. Menurutnya, pemerintah membutuhkan upaya khusus untuk menemukan anak yang belum mengikuti pendidikan.

"Memang menurut saya harus kita tangani serius dan fokus. Ini ada kendala dalam menemukan anak-anak, itu harus ada usaha khusus, tidak bisa normal-normal saja seperti mendaftar orang masuk SMA. Nanti pemda juga akan turun tangan," kata Gusnar.

Selain memperluas penjaringan, Gusnar mendorong pemerintah menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Ia juga menilai interaksi sebelum pembelajaran dan pertemuan tertentu dapat memperkuat kebersamaan peserta PJJ.