Serapan APBN Gorontalo Rp6,3 Triliun, Gusnar Dorong Program Prioritas Nasional
Firar - Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:28:32 WIB Dibaca 3X
Foto: Istimewa
riiljejak.id —–» Kota Gorontalo – Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Gorontalo terus mengalami percepatan sepanjang tahun 2026.
Hingga 26 Agustus 2026, realisasi APBN Gorontalo mencapai Rp6,3 triliun atau 65,27 persen dari total pagu Rp9,6 triliun.
Capaian tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Triwulan II Tahun 2026 di Ruangan Dulohupa, Kantor Gubernur Gorontalo, Kamis (27/8/2026).
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memimpin langsung rapat yang membahas pelaksanaan program prioritas nasional di seluruh wilayah Gorontalo.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Gorontalo Arie Suwandani Wiwit Warastuti melaporkan realisasi APBN terus menunjukkan perkembangan positif.
Sebelumnya, realisasi belanja APBN hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp4,9 triliun atau 51,05 persen.
Namun, realisasi tersebut meningkat menjadi Rp6,3 triliun hingga 26 Agustus 2026.
Arie menilai capaian itu menunjukkan pelaksanaan anggaran berjalan sesuai jalur yang telah ditetapkan.
“Kami sangat bersyukur karena Triwulan III belum selesai atau masih satu bulan lagi, tapi kita sudah mencapai 65 persen,” kata Kakanwil DJPb Gorontalo.
Menurut Arie, percepatan serapan anggaran memberikan dampak penting terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Pemerintah memanfaatkan APBN sebagai instrumen untuk mempercepat pembangunan dan menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan pemerintah daerah terus mengawal pelaksanaan program nasional di Gorontalo.
Ia menyebut dana APBN memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Oleh karena itu kita melakukan evaluasi terhadap program-program nasional yang ada di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo, baik yang menjadi atensi bapak Presiden Prabowo Subianto maupun yang berada di kantor wilayah dan satuan kerja instansi pusat yang ada di daerah. Dana APBN ini sangat kita butuhkan untuk mendorong kemajuan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Gorontalo,” kata Gusnar.
Gusnar meminta seluruh instansi terkait terus memperkuat koordinasi dalam menjalankan program prioritas nasional.
Ia juga mendorong setiap satuan kerja menjaga percepatan pelaksanaan program agar anggaran dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Rakorev Triwulan II Tahun 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie dan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo.
Selain itu, rapat juga melibatkan kepala kantor wilayah, satuan kerja instansi pusat, pemerintah kabupaten dan kota, serta pimpinan organisasi perangkat daerah.
Melalui evaluasi tersebut, Pemprov Gorontalo mendorong seluruh pemangku kepentingan menjaga momentum percepatan realisasi APBN untuk memperkuat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

