Dua SPBU Disanksi, Gubernur Gusnar Sebut Jadi Pemicu Antrean BBM Gorontalo
Firar - Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:49:50 WIB Dibaca 14X
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menerima puluhan pengemudi bentor yang tergabung dalam IPB di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (15/10/2026). (Foto: Istimewa)
riiljejak.id —–» Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menemui puluhan pengemudi yang tergabung dalam Ikatan Pengemudi Bentor. Pertemuan berlangsung di halaman Rumah Jabatan Gubernur pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pertemuan membahas persoalan antrean BBM beberapa pekan terakhir.
Gusnar menjelaskan kondisi kuota BBM harian di Gorontalo. Kuota Pertalite mencapai 478 kiloliter per hari. Jatah tersebut memasok 33 SPBU di Gorontalo dan dua SPBU di Bintauna dan Boroko, Sulawesi Utara. Sementara itu kuota solar hanya 8 KL per hari untuk 20 SPBU.
“BBM ini kami evaluasi, memang terjadi keterlambatan pasokan. Kurang lebih 10 jam sehingga rantainya terganggu. Kedua, ada dua SPBU yang disanksi tidak bisa menjual karena menjual galon/jeriken. Ini kita duga menyebabkan SPBU lain antri,” jelas Gusnar.
Selanjutnya Gusnar membeberkan langkah taktis pemerintah provinsi. Pihaknya memutuskan meminta tambahan kuota BBM ke BPH Migas hari ini. Alasannya aktivitas masyarakat meningkat menjelang akhir tahun. Selain itu Gorontalo sudah berhemat kuota sejak awal tahun.
“Kuota itu ditetapkan pertahun dan disalurkan dicicil. Saya tadi subuh sudah ambil keputusan, Pak Wardoyo (Kadis ESDM) siang ini sudah akan mengirim surat. Semua daerah sama dengan kita, tapi upaya kita lakukan,” Bebernya.
Gubernur menargetkan tambahan kuota harian sebesar tiga hingga lima persen. Angka itu ia nilai cukup memenuhi kebutuhan BBM hingga akhir tahun. Oleh karena itu ia meminta dukungan semua pihak.
“Saya sudah banyak melihat di televisi Bali sudah minta tambahan kuota. Malah ketua DPR RI sudah bersuara minta tambahan di sana. Begitu ya Pak Kepala DEPO, nanti kalo ditanya kenapa minta-minta terus, bilang aja sudah Pak Gubernur yang minta,” Pungkasnya.

